Senin, 09 April 2012

Strategi Belajar Mengajar


THE POWER OF TWO
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Strategi
Belajar Mengajar




Dosen pengampu :
Athok Fuadhi, M.Pd

Disusun oleh :
Wahid Amiruddin Muhlish  (210920021)











PROGRAM STUDI TADRIS BAHASA INGGRIS
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PONOROGO
2011/2012
DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................................................i
Daftar Isi..............................................................................................................ii
Bab I: Pendahuluan
A.   Latar Belakang ................................................................................1
B.   Rumusan Masalah…………………………………………………2
C.   Tujuan ……………………………………………………………..3
Bab II: Pembahasan
A.   Pengertian Strategi Belajar The Power Of Two.............................................................................................................4
B.   Langkah-langkah Pelaksanaan Strategi Belajar The Power Of two..............................................................................................................5
C.   Tujuan Strategi Belajar The Power Of Two.............................................................................................................8
D.   Keunggulan dan Kelemahan Strategi Belajar The Power Of Two.............................................................................................................9
BAB III: Penutup
A.   Kesimpulan...............................................................................................11
B.   Daftar Pustaka..........................................................................................13




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Secara umum strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis  besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan guru – murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapaitujuan yang telah digariskan. Istilah strategi mula-mula dipakai dikalangan militer dan diartikan sebagai seni dalam merancang (operasi) peperangan, terutama yang erat kaitannya dengan gerakan navigasi pasukan kedalam posisi perang yang dipandang paling menguntungkan untuk memperoleh kemenangan. Dewasa ini istilah strategi banyak dipinjam oleh bidang-bidang ilmu lain, termasuk bidang ilmu pendidikan.[1]
            Dalam dunia pendidikan strategi diartikan sebagai A plan, method, or  series of activities designed to achieves a particular educational goal. Jadi dengan demikian strategi pembelajaran adalah dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan tertentu. Ada dua hal yang patut kita cermati dari pengertian di atas. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian tindakan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.  Kemp menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Senada dengan pendapat diatas, Dick dan Carey juga menyebutkan strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang dugunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.[2]
            Strategi Belajar adalah salah satu cara yang dapat digunakan oleh siswa untuk dapat belajar mengolah pikiran sendiri. Guru diharapkan mengembangkan atau mencari alternatif yang digunakan untuk membimbing strategi belajar siswa. Pada dasarnya tidak ada strategi yang paling ideal. Masing-masing strategi mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. Hal ini sangat bergantung pada tujuan yang hendak dicapai, pengguna strategi (guru), ketersediaan fasilitas, dan kondisi siswa[3].
            Proses belajar akan lebih efektif  jika guru mengkondisikan agar setiap siswa terlibat secara aktif dan terjadi hubungan yang dinamis dan saling mendukung antara siswa satu dengan siswa yang lain. Menurut Muqowin (2007), terdapat beberapa strategi belajar yang dapat digunakan siswa agar siswa aktif secara kolektif, misalnya: strategi belajar tim pendengar, strategi membuat catatan terbimbing (guided note taking), strategi pembelajaran terbimbing, perdebatan aktif (active debate), strategi poin-kounterpoin, strategi kekuatan berdua (the power of two), dan pertanyaan kelompok (team quiz). Dari beberapa jenis srategi kelompok tersebut, penulis mefokuskan pada strategi kekuatan berdua (the power of two).
            Strategi belajar kekuatan berdua (the power of two) termasuk bagian dari belajar kooperatif adalah belajar dalam kelompok kecil dengan menumbuhkan kerja sama secara maksimal melalui kegiatan pembelajaran oleh teman sendiri dengan anggota dua orang di dalamnya untuk mencapai kompentensi dasar atau suatu tujuan pendidikan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana uraian singkat mengenai strtegi belajar mengajar the power of two?
2.      Bagaimana langkah-langkah strtegi belajar mengajar the power of two?
3.      Mengapa memilih memakai strtegi belajar mengajar the power of two?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui dan memahami pengertian serta semua yang berkaitan dengan strtegi belajar mengajar the power of two.
2.      Untuk mengetahui langkah-langkah dalam menerapkan strtegi belajar mengajar the power of two.
3.      Untuk mengetahui keunggulan serta kelemahan strtegi belajar mengajar the power of two.













BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Strategi Belajar The Power Of Two 
            The power of two artinya menggabung kekuatan dua orang.  Menggabung kekuatan dua orang dalam hal ini adalah membentuk kelompok kecil, masing-masing kelompok terdiri dari dua atau lima orang (siswa). Kegiatan ini dilakukan agar munculnya sinergi itu yaitu dua orang atau lebih tentu lebih baik dari pada satu.
            Strategi pembelajaran the power of two ini adalah termasuk bagian dari  active learning yang merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan belajar lebih aktif dengan pemberian tugas belajar yang dilakukan dalam dalam kelompok kecil siswa. Dukungan sesama siswa dan keragaman pendapat, pengetahuan, serta ketrampilan mereka akan membantu menjadikan belajar sebagai bagian berharga dari iklim di kelas. Namun demikian, belajar bersama tidaklah selalu efektif. Boleh jadi terdapat partisipasi yang tidak seimbang, komunikasi yang buruk dan kebingungan.[4]
            Dalam pelaksanaan strategi pembelajaran menggunakan beberapa sistem pengajaran dengan menggunakan beberapa metode yang sesuai dengan langkah-langkah strategi pembelajaran the power of two yang mendukung untuk mendapatkan kemudahan dalam pembelajaran siswa. Yaitu dengan  menggunakan metode ceramah, diskusi, kerja kelompok, dan lain-lain. Strategi belajar kekuatan berdua (the power of two) termasuk bagian dari belajar kooperatif adalah belajar dalam kelompok kecil dengan menumbuhkan kerja sama secara maksimal melalui kegiatan pembelajaran oleh teman sendiri dengan anggota dua orang di dalamnya untuk mencapai kompentensi dasar.[5]
            Strategi the  power of two ini dirancang untuk memaksimalkan belajar kolaboratif (bersama) dan meminimalkan kesenjangan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Belajar kolaboratif menjadi populer di lingkungan pendidikan sekarang. Dengan menempatkan peserta didik dalam kelompok dan memberinya tugas dimana mereka saling tergantung satu dengan yang lain untuk menyelesaikan pekerjaan adalah cara yang mengagumkan dengan member kemampuan pada keperluan siswa dalam masyarakat. Mereka condong lebik menarik dalam belajar karena mereka melakukannya dengan teman-teman sekelas mereka.  Aktivitas belajar kolaboratif membantu mengarahkan belajar aktif. Meskipun belajar independen dan kelas penuh instruksi juga mendorong belajar aktif, kemampuan untuk mengajar melalui aktivitas kerja kolaboratif dalam kelompok kecil akan memungkinkan anda untuk memproosikan belajar dengan belajar aktif.[6]
            Strategi pembelajaran The Power of Two merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan belajar kolaboratif dan mendorong kepentingan dan keuntungan sinergi, itu karenanya 2 kepala tentu lebih baik daripada 1 kepala.
            Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran  The Power of Two adalah suatu taktik atau trik yang harus dikuasai dan diterapkan oleh pendidik agar tujuan pembelajaran di dalam kelas bisa terlaksana dan tercapai dengan maksimal, dan terdidik juga akan benar-benar menguasai materi yang diajarkan pendidik.
B.     Langkah – Langkah Pelaksanaan Strategi The Power Of Two 
            Implementasi strategi the power of two sangat tepat sekali, anak akan mudah menguasai dan memahami apa yang disampaikan oleh seorang guru baik ajaran yang berbentuk konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam mata pelajaran. Adapun prosedur pengajaran dalam implementasi strategi belajar the power of two ditentukan pada kegiatan siswa, bukan pada kegiatan guru. Hal ini merupakan penerapan konsep dasar dan strategi belajar the power of two itu sendiri yaitu mengoptimalkan aktivitas siswa.Langkah awal adalah memilih bahan pelajaran, bahan pengajaran tersebut akan mengisi proses pembelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar harus merumuskan apa yang harus dilakukan siswa dan bagaimana cara mereka melakukan. Ada berbagai macam jenis kegiatan belajar mengajar dalam mempelajari bahan pelajaran antara lain mendengarkan, melihat, mengamati, bertanya, mengerjakan, berdiskusi, memecahkan masalah, mendemonstrasikan, melukiskan atau menggambarkan, mencoba, dan lain-lain. Dalam implementasi strategi the power of two terdapat prosedur untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal dan seorang pendidikpun harus dapat menggunakan strategi belajar the power of two dengan tepat, efektif, dan efisien melalui langkah-langkah strategi the power of two dalam proses belajar mengajar berlangsung.
            Menurut Muqowin (2007), strategi belajar kekuatan berdua (the power of two) adalah kegiatan dilakukan untuk meningkatkan belajar kolaboratif dan mendorong munculnya keuntungan dari sinergi itu, sebab dua orang tentu lebih baik daripada satu. Prosedur strategi ini sebagai berikut:
  1. Guru memberi peserta didik satu atau lebih pertanyaan yang membutuhkan refleksi dan pikiran. Sebagai contoh: mengapa bangun kubus berbentuk segi empat? Bagaimana cara menentukan luas segitiga? Mengapa disebut segita sama kaki?
  2. Guru meminta peserta didik untuk menjawab pertanyaan sendiri-sendiri.
  3. Setelah semua melengkapi jawabannya, guru membentuk siswa ke dalam pasangan dan meminta mereka untuk berbagi (sharing) jawabannya dengan jawaban yang dibuat teman yang lain.
  4. Guru meminta pasangan untuk membuat jawaban baru untuk masing-masing pertanyaan dengan memperbaiki respons masing-masing individu.
  5. Ketika semua pasangan selesai menulis jawaban baru, guru membandingkan jawaban dari masing-masing pasangan ke pasangan yang lain[7].
Menurut Sanaky (2006), penerapan strategi belajar “Kekuatan Berdua” (the power of two) denganlangkah-langkah/prosedur yang dilakukan guru sebagai berikut:
1.      Langkah pertama, membuat problem. Dalam proses belajar, guru memberikan satu atau lebih pertanyaan kepada peserta didik yang membutuhkan refleksi (perenungan) dalam menentukan jawaban.
2.      Langkah kedua, guru meminta peserta didik untuk merenung dan menjawab pertanyaan sendiri-sendiri.
3.      Langkah ketiga, guru membagi perserta didiik berpasang-pasangan. Pasangan kelompok ditentukan menurut daftar urutan absen atau bisa juga diacak. Dalam proses belajar setelah semua peserta didik melengkapi jawabannya, bentuklah ke dalam pasangan dan mintalah mereka untuk berbagi (sharing) jawaban dengan yang lain.
4.      Langkah keempat, guru meminta pasangan untuk berdiskusi mencari jawaban baru. Dalam proses belajar, guru meminta siswa untuk membuat jawaban baru untuk masing-masing pertanyaan dengan memperbaiki respon masing-masing individu.
5.      Langkah kelima, guru meminta peserta untuk mendiskusikan hasil sharingnya. Dalam proses pembelajaran, siswa diajak untuk berdiskusi secara klasikal untuk membahas permasalahan yang belum jelas atau yang kurang dimengerti. Semua pasangan membandingkan jawaban dari masing-masing pasangan ke pasangan yang lain. Untuk mengakhiri pembelajaran guru bersama-sama dengan peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran.[8]
C.    Tujuan Strategi The Power Of Two 
            Strategi yang dipilih oleh pendidik tidak boleh bertentangan dengan tujuan pembelajaran. Strategi harus mendukung kemana kegiatan interaksi edukatif berproses guna mencapai tujuan. Tujuan pokok pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan anak secara individu agar bisa menyelesaikansegala permasalahan yang dihadapinya. Dr. Sayyid Ibrahim al-Jabbar mengatakan: " Sesungguhnya tujuan pokok pendidikan adalah haruslah dapat  memberikan rangsangan kuat untuk pengembangan kemampuan individu dalam upaya mengatasi semua permasalahan baru yang muncul serta dapat mencari terobosan-terobosan solusi alternatif dalam menghadapinya."  Dipilihnya beberapa metode atau strategi tertentu dalam suatu pembelajaran bertujuan untuk memberi jalan atau cara sebaik mungkin bagi pelaksanaan dan kesuksesan operasional pembelajaran. Sedangkan dalam konteks lain, metode atau strategi dapat merupakan sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin suatu ilmu. Dalam hal ini, strategi bertujuan untuk lebih memudahkan proses dan hasil pembelajaran sehingga apa yang direncanakan bisa diraih dengan sebaik dan semudah mungkin.[9]
            Dalam pelaksanaan strategi pembelajaran the power of two ada beberapa tujuan yang harus dicapai diantaranya  adalah: 
1.      Membiasakan belajar aktif secara individu dan kelompok (belajar bersama hasilnya lebih berkesan). 
2.    Untuk meningkatkan belajar kolaboratif. 
3.    Agar peserta didik memiliki ketrampilan memecahkan masalah terkait dengan materi pokok.
4.    Meminimalkan kegagalan.
5.    Meminimalkan kesenjangan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.[10]
D.    Keunggulan dan kelemahan Strategi The Power Of two 
1.      Keunggulan Strategi Pembelajaran The Power of Two 
            Sebagai suatu strategi pembelajaran, strategi pembelajaran the power of two mempunyai beberapa keunggulan diantaranya: 
a.       Siswa tidak terlalu menggantungkan guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber dan belajar dari siswa lain. 
b.      Mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan dengan membandingkan ide-ide atau gagasan-gagasan orang lain.  
c.       Membantu anak agar dapat bekerja sama dengan orang lain, dan menyadari segala keterbatasannya serta menerima segala kekurangannya.
d.      Membantu siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tuganya. Meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berfikir. 
e.       Meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial.[11]
2.      Kelemahan Strategi Pembelajaran The Power of Two 
            Di samping memiliki keunggulan, strategi pembelajaran the power of two juga memiliki kelemahan diantaranya:
a.       Dengan leluasanya pembelajaran, maka apabila keleluasaan itu tidak optimal kepada tujuan pembelajaran maka tujujuan pembelajaran tidak akan tercapai.
b.      Penilaian kelompok akan membutakan penilaian secara individu bila seorang guru tidak jeli dalam pelaksanaanya.
c.       Mengembangkan kesadaran kelompok membutuhkan waktu yang lama.
d.      Membutuhkan lebih banyak fasilitas, waktu, juga biaya untuk mencapai tujuan pembelajaran.
e.       Selama diskusi kelompok berlangsung ada kecenderungan topic masalah yang dibahas meluas sehingga tidak sesuai dengan alokasi waktu yang diberikan.


























BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
            Strategi belajar kekuatan berdua (the power of two) termasuk bagian dari belajar kooperatif adalah belajar dalam kelompok kecil dengan menumbuhkan kerja sama secara maksimal melalui kegiatan pembelajaran oleh teman sendiri dengan anggota dua orang di dalamnya untuk mencapai kompentensi dasar atau suatu tujuan pendidikan.
            Langkah-langkah strategi the power of two adalah sebagai berikut :
a.       Berilah peserta didik satu atau lebih pertanyaan yang membutuhkan refleksi dan pikiran.
b.      Mintalah peserta didik untuk menjawab pertanyaansendiri-sendiri. 
c.       Setelah semua melengkapi jawabannya, bentuklah siswa secara berpasangan dan mintalah mereka untuk berbagi jawaban dengan yang lain. 
d.      Mintahlah pasangan tersebut membuat jawaban baru untuk masing- masing pertanyaan dengan memperbaiki masing-masing respon individu. 
e.       Ketika semua pasangan selesai menulis jawaban baru, bandingkan jawaban dari masing-masing pasangan ke pasangan yang lain. 
            Tujuan strategi belajar mengajar the power of two  secara garis besar adalah harus dapat  memberikan rangsangan kuat untuk pengembangan kemampuan individu dalam upaya mengatasi semua permasalahan baru yang muncul serta dapat mencari terobosan-terobosan solusi alternatif dalam menghadapinya. Untuk menciptakan siswa aktif dalam setiap kegiatan belajar mengajar dan siswa tidak bergantung pada guru. Dan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam lingkup akademis maupun sosial.
            Keunggulan strategi belajar mengajar the power of two yaitu membiasakan siswa untuk mengkukapkan ide-ide  dan gaggasan-gagasanya tanpa harus selalu bergantung pada guru, juga akan lebih meningkatakan motivasi kepada siswa agar benar-benar mau berfikir secara kritis.
            Kelemahan strategi belajar mengajar the power of two Membutuhkan lebih banyak fasilitas, waktu, tenaga juga biaya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selama diskusi kelompok berlangsung ada kecenderungan topic masalah yang dibahas meluas sehingga tidak sesuai dengan alokasi waktu yang diberikan.

























B.     Daftar Pustaka
                Abu Ahmadi, Joko Tri Prasetya, SBN (Strategi Belajar Mengajar), (Bandung : CV Pustaka Setia, 
2005), 11 

            [1] Melvin L.Silberman, 2006. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nusa Media.

            Tarmizi Ramadhan, 2009 . Strategi belajar kekuatan berdua (The power of two) dalam pembelajaran
matematika. http://tarmisi wordpress.com. Diakses jam 10.30  tgl.20 Maret  2012

            Supardi, Penelitian Tindakan Kelas Beserta Sistematika Proposal dan Laporannya. Jakarta:
Bina Aksara.

       Muqowin. 2007. “Strategi Pembelajaran”. http://muqowin.com. Diakses tanggal 25 Maret2012.

       Sanaky, Hujair H. 2006. Metode dan Strategi Pembelajaran Berorientasi pada Pemberdayaan Peserta Didik. http://sanaky.com. Diakses pada tanggal 2 Maret 2012

            Tarmizi Ramadhan, 2009 . Strategi belajar kekuatan berdua (The power of two) dalam pembelajaran
matematika. http://tarmisi wordpress.com. Diakses jam 10.30  tgl.20 Maret  2012

            Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik., (Jakarta: Prestasi Pustaka,2007)  hal 25.


[1]Abu Ahmadi, Joko Tri Prasetya, SBN (Strategi Belajar Mengajar), (Bandung : CV Pustaka Setia, 
2005), 11 
[2]Wina Sanjaya, op.cit, h. 124 
          [3]Mafatih, Ahmad Bisyri Hadi. 2007. Makalah Strategi Belajar Dengan Cara Kooperatif (Bidang Studi IPS). http://media.diknas.go-id. Diakses pada tanggal 28 Mei 2008
[4]Suhardjono, Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Kegiatan Pengembangan Profesi Guru,
(Jakarta : Bina Aksara, 2006).
                [5] Tarmizi Ramadhan, Strategi belajar kekuatan berdua (The power of two) dalam pembelajaran
matematika. http://tarmisi wordpress.com. Diakses jam 10.30  tgl.20 Maret  2012
                [6]Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas Beserta Sistematika Proposal dan Laporannya. Jakarta:
Bina Aksara.
          [7]Muqowin. 2007. “Strategi Pembelajaran”. http://muqowin.com. Diakses tanggal 25 Maret2012.
          [8] Sanaky, Hujair H. 2006. Metode dan Strategi Pembelajaran Berorientasi pada Pemberdayaan Peserta Didik. http://sanaky.com. Diakses pada tanggal 2 Maret 2012
                [9] Tarmizi Ramadhan, 2009 . Strategi belajar kekuatan berdua (The power of two) dalam pembelajaran
matematika. http://tarmisi wordpress.com. Diakses jam 10.30  tgl.20 Maret  2012
                [10] Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik., (Jakarta: Prestasi Pustaka,2007)  hal 25.
[11]Melvin L.Silberman, 2006. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nusa Media.

0 komentar:

Poskan Komentar