Kamis, 10 Mei 2012

Strategi Pemilihan Kartu


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
Strategi atau metode dalam sistem belajar mengajar itu sangat bervariasi dan berkreatif. Salah satunya yaitu metode pemilihan kartu atau card sort. Metodeini sangat kreatif bila digunakan dalam sistem belajar mengajar. Metode ini merupakan kegiatan kolaborasi yang bisa digunakan untuk mengajar koonsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, tentang obyek atau mereview informasi. Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamiskan kelas yang jenuh atau bosan. Gerakan fisik yang ada di dalamnya dapat membantu menggairahkan siswa yang penat dan dapat memperbaiki mutu belajar siswa.

Dengan banyaknya metode atau strategi dalam sistem belajar mengajar akan lebih memotivasi siswa dalam belajar dan siswa tidak akan merasa monoton dalam belajar agar lebih semangat dalam belajar. Seorang pendidik supaya lebih berkreatif dalam memberikan strategi belajar yang berbeda-beda dalam kelasnya. untuk lanjut klik judul..........This file presented by:

Firok Atul Akyun  (210910019)
Ti.a'10

LANJUT.....>>>>

                                
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja prosedur atau langkah-langkah dalam melaksanakan strategi belajar mengajar card sort atau pemilihan kartu?
2.      Bagaimana cara atau metode dalam melaksanakan strategi belajar mengajar card sort atau pemilihan kartu?

C.     Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahuai apa sajakah prosedur atau langkah-langkah dalam melaksanakan strategi mengajar card sort atau pemilihan kartu.
2.      Untuk mengetahui apa sajakah metode dalam melaksanakan strategi belajar mengajar card sort atau pemilihan kartu.






BAB II
PEMBAHASAN

A.     Prosedur atau Langkah-langkah Menggunakan Strategi Pemilihan Kartu.
1.      Setiap siswa diberi kartu indeks atau potongan kertas yang berisi informasi atau contoh yang tercangkup dalam satu atau kategori. Berikut ini adalah contohnya:
·        Karakteristik hadits sohih.
·        Noun, verbs, adverbs, dan preposition.
·        Ajaran mu’tazilah.[1]
·        Jenis-jenis pohon vs jenis-jenis tumbuhan hijau.
·        Karakter dalam berbagai drama Shakespeare.
·        Kekuasaan lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif pemerintahan.
·        Gejala-gejala dari beragam penyakit.
·        Informasi yang cocok dengan berbagai bagian resume kerja.
·        Karakteristik dari berbagai logam.
·        Buku-buku karya Dickens, Faulkner, Hemingway, dan Updike.[2]
·        Menggabungkan puzzle.
·        Mencari pengertian dari suatu materi pembelajaran.
·        Mencari tokoh-tokoh dalam suatu aliran atau ajaran.
·        Mencari hubungan suatu materi dengan materi yang lainnya.
·        Mengelompokkan suatu materi berdasarkan kategorinya masing-masing.[3]

2.      Mintalah peserta didik untuk bergerak dan berkeliling di dalam Kelas untuk menemukan kartu dengan kategori yang sama. (Anda dapat mengumumkan kategori tersebut sebelumnya atau membiarkan peserta didik menemukannya sendiri.
3.      Peserta didik dengan ketegori yang sama diminta mempresentasikan kategori masing-masing di depan Kelas.
4.      Seiring dengan presentasi dari tiap-tiap kategori tersebut berikan poin-poin penting terkait materi pelajaran.[4]
5.      Perintahkan kepada peserta didik yang kartunya memiliki kategori sama untuk menawarkan diri kepada siswa lain.[5]
6.      Perintahkan kepada peserta didik untuk mengidentifikasikan sendiri dengan cara mencari makna atau arti materi tersebut di dalam buku atau kamus sebelum dicocokkan kepada pserta didik yang lain agar lebih mudah dalam pencariannya jika  peserta didik sudah mengetahui makna atau arti suatu materi tersebut.
7.      Sebelum peserta didik mencocokan materi yang didapatkannya maka peserta didik harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksut dalam suatu materi tersebut.[6]

B.     Metode atau Cara dalam Melaksanakan Strategi Card Sort atau Pemilihan Kartu.
1.      Minta setiap kelompok untuk melakukan menjelaskan tentang kategori yang mereka selesaikan.
2.      Pada awal kegiatan bantulah beberapa tim. Berikan tiap tim satu set kartu yang sudah diacak sehingga kategori yang mereka sortir tidak  nampak. Mintalah setiap tim untuk mensortir kartu-kartu tersebut ke dalam kategori-kategori tertentu. Setiap tim memperoleh nilai untuk setiap kartu yang disortir dengan benar.[7]
3.      Jika metode itu dibentuk dengan cara individu maka peserta didik harus mencari jawaban lain yang itu sesuai dengan materi yang diberikan.
4.      Setiap peserta didik harus lebih memahami materi-materi yang diberikan agar lebih mudah dalam mencari suatu jawaban yang sesuai.
5.      Antara individu satu dengan individu yang lain itu harus saling bekerja sama dengan baik agar lebih mudah untuk mencari kecocokan jawaban materi yang diberikan.[8]
















BAB III
KESIMPULAN

A.     Prosedur atau Langkah-langkah Menggunakan Strategi Pemilihan Kartu.
1.      Setiap siswa diberi kartu indeks atau potongan kertas yang berisi informasi atau contoh yang tercangkup dalam satu atau kategori.
2.      Mintalah peserta didik untuk bergerak dan berkeliling di dalam Kelas untuk menemukan kartu dengan kategori yang sama. (Anda dapat mengumumkan kategori tersebut sebelumnya atau membiarkan peserta didik menemukannya sendiri.
3.      Peserta didik dengan ketegori yang sama diminta mempresentasikan kategori masing-masing di depan Kelas.
4.                                                                  Seiring dengan presentasi dari tiap-tiap kategori tersebut berikan poin-poin penting terkait materi pelajaran.
5.      Perintahkan kepada peserta didik yang kartunya memiliki kategori sama untuk menawarkan diri kepada siswa lain.
6.      Perintahkan kepada peserta didik untuk mengidentifikasikan sendiri dengan cara mencari makna atau arti materi tersebut di dalam buku atau kamus sebelum dicocokkan kepada pserta didik yang lain agar lebih mudah dalam pencariannya jika  peserta didik sudah mengetahui makna atau arti suatu materi tersebut.
7.                                                                  Sebelum peserta didik mencocokan materi yang didapatkannya maka peserta didik harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksut dalam suatu materi tersebut.





B.     Metode atau Cara dalam Melaksanakan Strategi Card Sort atau Pemilihan Kartu.
1.      Minta setiap kelompok untuk melakukan menjelaskan tentang kategori yang mereka selesaikan.
2.      Pada awal kegiatan bantulah beberapa tim. Berikan tiap tim satu set kartu yang sudah diacak sehingga kategori yang mereka sortir tidak  nampak. Mintalah setiap tim untuk mensortir kartu-kartu tersebut ke dalam kategori-kategori tertentu. Setiap tim memperoleh nilai untuk setiap kartu yang disortir dengan benar.
3.      Jika metode itu dibentuk dengan cara individu maka peserta didik harus mencari jawaban lain yang itu sesuai dengan materi yang diberikan.
4.      Setiap peserta didik harus lebih memahami materi-materi yang diberikan agar lebih mudah dalam mencari suatu jawaban yang sesuai.
5.      Antara individu satu dengan individu yang lain itu harus saling bekerja sama dengan baik agar lebih mudah untuk mencari kecocokan jawaban materi yang diberikan.














DAFTAR PUSTAKA

Munthe Bermawy, Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi, Yogyakarta: CTSD, 2002.
Silberman Mel, Active Learning, Bandung: Nusamedia, 1996.
Zaini Hisyam, dan Aryani Sekar Ayu, Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta: Pustaka Insani Madani, 2008.


[1] Hisyam Zaini, dan Sekar Ayu Aryani, Strategi Pembelajaran Aktif (Yogyakarta: Puataka Insan Madani, 2008), 50.
[2] Mel Silberman, Active Learning (Bandung: Nusa Media, 1996), 160.
[3] Bermawy Munthe, Strategi pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi, (Yogyakarta: CTSD, 2002), 50.
[4]Hisyam Zaini, dan Sekar Ayu Aryani, Strategi Pembelajaran Aktif (Yogyakarta: Puataka Insan Madani, 2008), 50.
[5] Mel Silberman, Active Learning (Bandung: Nusa Media, 1996), 161.
[6] Bermawy Munthe, Strategi pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi, (Yogyakarta: CTSD, 2002), 51.
[7] Hisyam Zaini, dan Sekar Ayu Aryani, Strategi Pembelajaran Aktif (Yogyakarta: Puataka Insan Madani, 2008), 51.
[8] Mel Silberman, Active Learning (Bandung: Nusa Media, 1996), 161.

0 komentar:

Poskan Komentar